• Status Order
  • Tlp: 0274 - 646-2134
  • SMS/WA: 0882-1604-6905
  • camracing99@gmail.com
Terpopuler:

5 Konsekuensi Mengemudi Malam Hari Dengan Jarak Jauh

17 Juli 2017 - Kategori Blog

camshaftracing.com – Untuk sebagian masyarakat perkotaan, mengendarai kendaraan sudah bisa dikatakan menjadi bagian dari aktifitas sehari-hari. Perjalanan panjang dan kondisi jalan yang tidak selalu mulus sudah menjadi rintangan yang senantiasa dihadapi. Belum lagi dengan kemacetan yang tiba-tiba menjebak. Macet, tidak bisa begerak bahkan mengular hingga puluhan kilometer.

Dan untuk sebagian orang, berkendara pada malam hari lebih nyaman karena tidak adanya sinar matahari yang membuat suasana kabin lebih sejuk. Kondisi lalu lintas pun menjadi lebih sepi dan lebih mudah memantau kendaraan dari depan karena adanya cahaya lampu.

Namun, berkendara saat malam hari juga memiliki konsekuensi tersendiri. Tentunya kemampuan mata saat mengemudi di malam hari jelas sangat berbeda dibanding aktifitas mengemudi saat siang hari.

Ada bebrapa hal yang harus Anda ketahui saat memutuskan mengemudi malam hari, terutama dalam jarak panjang. Apa saja hal yang bisa timbul saat mengemudi di malam hari kaitannya dengan penglihatan? Simak daftarnya berikut ini.

Mata Bekerja Lebih Keras

mata bekerja lebih keras saat berkendara malam hari

Karena pencahayaan yang menjadi lebih sedikit, maka membuat mata bekerja lebih berat dengan minimnya penerangan saat malam hari. Apalagi saat berbelok dan tidak ada lampu yang menerangi jalan.

Mata Menjadi Lebih Cepat Lelah

Mata yang bekerja lebih berat, otomatis menjadikan otak turut bekerja lebih keras dalam memproses hasil visual kedua mata. Keputusan pun cenderung diproses lebih lama. Proses ini tentunya akan memakan tenaga yang cukup banyak dan menjadikan badan lebih cepat lelah atupun lapar.

Sangat Rawan Kantuk

Hal ini tentu menjadi hal yang sangat wajar, karena malam adalah waktu yang alamiah untuk basan beristirahat. Kantuk akan lebih cepat datang jika pengemudi sudah cukup lelah atau padat dengan aktifitas di siang atau sore harinya.

Mata Lebih Sulit Memindai

mata lebih sulit memindai saat mengemudi malam hari

Tidak semua ruas jalan memiliki penerangan yang bagus. Ketika melintasi jalanan dengan penerangan yang buruk, maka mata tentu akan lebih sulit memindai (scanning) segala objek di depan. Jika salah mengambil keputusan karena minimnya penerangan ditambah dengan buruknya sorot headlamp, maka akan sangat membahayakan.

Rawan Terkena Sorot Lampu Kendaraan Lain Dari Depan

Bukan cuma kendaraan pengguna lampu depan model xenon atau HID dengan sorot berlebihan, kontur jalan yang menurun juga bisa membuat mata pengemudi silau akibat pancaran kendaraan dari arah depan. Hal ini bisa sangat bahaya karena pengemudi kehilangan pandangan di depan beberapa saat.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal praktis untuk menyetir saat malam hari. Seperti berikut ini :

  1. Bersihkan kaca lampu-lampu untuk mendapatkan kaca yang lebih terang.
  2. Periksa seluruh lampu kendaraan.
  3. Pastikan lampu dekat, jauh, sein, belakang dan lampu rema berfungsi secara optimal. Pastikan semua kaca mobil bersih cemerlang.
  4. Atur spion luar untuk mereduksi blind spot dan pantulan menyilaukan dari sinar lampu pengemudi mobil di belakang.
  5. Cek lampu mobil, apakah cahayanya sudah benar, tidak redup dan terang. Jangan memasang lampu dengan sinar yang terlalu terang karena bisa membuat silau pengemudi lainnya. Pastikan pula memasang lampu belakang agar terlihat pengguna jalan lainnya.

Untuk mencegah konsekuensi diatas, maka pastikan Anda tidak punya gangguan kesehatan atau pengaruh obat saat memutuskan mengemudi pada malam hari. Lantas pastikan juga telah beristirahat cukup sebelum mengemudi, dan sebaiknua di pagi serta siang harinya tidak melakukan banyak kegiatan yang menguras tenaga.

Jika merasa tidak yakin, sebaiknya urungkan mengemudi jarak jauh di malam hari.

, ,