Ingat Saat Mengganti Pelek Mobil Harus Tepat, Jangan Dipaksakan

23 Mei 2017 - Kategori Blog

camshaftracing.com – Jika ingin mengganti pelek standar mobil dengan produk aftermarket. Kamu juga harus memperhatikan apakah pelek teersebut cocok untuk mobil kamu.

Pemilik toko pelek Permaisuri Ban di Mahakam Jakarta Selatan, Wibowo Santoso, mengatakan bahwa ketika ingin mengganti pelek jangan asal ganti saja. Ada beberapa hal pentil yang perlu diperhatikan, salah satunya kecocokan pelek di mobil.

“Kebanyakan orang keliru beli pelek sebab harganya, mereknya, style. Jika aku, itu yang utama keperluannya apa, mau gimana. Soal biaya, soal style itu nomor 2. Pelek itu bukan soal dapat dipasang di mobil atau enggak. Jika ngomong dapat, itu bahaya, orang dapat akal-akalin,” kata Wibowo.

Wibowo menegaskan, bahwa pelek yang cocock itu adalah pelek yang benar-benar untuk mobil. Bukannya pelek yang diubah-ubah atau diakali sehingga masuk ke mobil.

macam-macam pelek mobil

macam-macam pelek mobil

“Misalnya dibuat untuk Fortuner ya sudah buat Fortuner, bukan dipaksain. Karena kadang-kadang customer itu maunya pelek yang bisa buat mobil itu. Nah kalau nyarinya pelek yang bisa, bukan pelek yang tepat itu bahaya,” ujar Wibowo.

Kemudian yang terpenting selanjutnya adalah mau dipakai untuk apa mobil yang diganti peleknya atau mau dibuat gaya seperti apa. Wibowo mencontohkan, ada sebuah SUV yang ingin diubah peleknya menjadi lebih besar dengan ban yang tipis, tentu saja itu tidak akan cocok kalau digunakan untuk pertambangan.

“Kemudian, saya saranin harus cobain di mobilnya, tes fitting. Sebab kadang-kadang ada yang dilihat di luar bagus, pas dipasang di mobil malah enggak bagus. Lalu kalau cuma disandingin doang, Anda enggak tahu seberapa keluarnya, seberapa masuknya itu pelek. Jadi perlu dicobain dipasang di mobilnya,” ujar Wibowo.

Untuk Kamu yang ingin mengganti pelek dengan pelek aftermarket, kamu harus mengetahui dulu beberapa jenis pelek untuk mobil.

Banyak pelek mobil aftermarket yang saat ini dijual dengan beragam pilihan dan harhanya sampai ratusan juta rupiah satu setnya. Ternyata yang memengaruhi harga tersebut salah satunya karena perbedaan jenis pelek berdasarkan cara pembuatannya.

Pelek ada yang dibuat dengan cetak (casting), pelek forged hingga flowform (atau ada yang menyebutnya dengan hybrid forged). Ketiganya berbeda cara pembuatannya.

“Misalnya pelek yang dicetak atau casting. Kita ambil contoh ada cetakan, ada bahan buat dileburin, terus campur-campurannya. Kemudian dipanasin jadi bentuk cair, baru dimasukin cetak. Jadi kalau pelek cetak itu dari bentuk cair masuk ke satu wadah, keluar-keluar jadi satu bentuk pelek,” kata Wibowo.

Keuntungan dari pelek casting ini adalah harganya lebih murah, cepat produksinya dan desainnya yang bisa dibentuk sedemikian rupa. Namun, untuk pelek jenis ini, kepadatan pelek tidak bisa diatur karena udara juga mudah tercampur saat bahan pelek dicairkan.

Jenis pelek selanjutnya adalah pelek forged. Pelek jenis itu untuk saat ini masih menjadi jenis pelek yang terbaik. Makanya, harganya pun cukup mahal, bisa sampai ratusan juta rupiah.

Karena pembuatan pelek forged yang lebih kompleks dan materialnya juga lebih baik, pelek forged dibanderol lebih mahal dibanding pelek jenis lainnya. Sekitar diatas Rp. 80 jutaan,

Kini, ada jalan tengah untuk mendapatkan pelek dengan kualitas baik, mirip forged, tapi harganya tak terlalu mahal. Itu adalah pelek flowform.

Pelek flowform hampir sama bagusnya dengan pelek forged. Dan harganya di tengah-tengah. Kembali lagi, harga relatif. Namun rata-rata flowfoarm itu sekitar Rp. 40 jutaan. michael kors tasche

, ,