Meski Masalah Kerap Timbul, Namun Perawatan Suzuki Jimny Tidaklah Sulit

10 Juli 2017 - Kategori Blog

camshaftracing.com – Suzuki Jimny merupakan salah satu mobil Sport Untility Vehicle pertama Suzuki yang dirakit sejak 1968 di Hanamatsu, Jepang dan Linares Jaen, Spanyol. Dan sampai sekarang ini, mobil SUV ini masih diminati di Tanah Air, Indonesia.

Terlebih untuk Jimny tahun 1980-1990an, seperti LJ50 yang memiliki mesin 550cc, LJ80 dengan mesin 800cc, atau dikenal dengan Jimny Jangkrik, dan SJ40 yang sudah diproduksi di Bekasi dengan mesin 1000cc.

Nah, karena SUV ini sudah terbilang berumur, jadi tidak heran jalau ada beberapa kerusakan yang sering dialami oleh penggunanya. Kerusakan dan keluhan yang paling banyak dialami oleh pecinta Suzuki Jimny adalah temperatur mesin yang naik saat dalam kondisi jalanan macet dan AC yang dinyalakan. Alhasil para pengguna jadi jarang menggunakan pendingin saat mobil berjalan.

temperatur naik ketika ac dinyalakan

Sebenarnya masalah yang seperti itu terjadi pada semua Jimny tua, kecuali keluaran baru seperti Wide (2014-2015) dan Caribian 1998.

Penyebab dari temperatur naik ketika AC dinyalakan adalah karrena kipas yang digunakan masih manual, tidak menggunakan kipas motor. Jadi ketika AC dinyalakan saat berjalan beban mesin lebih berat. Jadi wajar saja kalau pendinginan tidak sesuai dengan beban yang dimiliki, karena bobot Jimny cukup berat.

Dan cara mencegahnya, biasanya bisa ganti dengan kipas motor fan milik Suzuki Karimun. Agar putaran kipasnya lebih kencang, bisa diganti atau dengan ditambah juga bisa.

Untuk pemasangannya sendiri, ditaruh di depan motor fan asli bawaan pabrik. Artinya, dicopot dan ganti pakai dengan milik Karimun.  Kalau AC sudah dinyalakan dan tetap saja tenaga berkurang, intinya temperatur mesin tidak lagi naik.

Dalam hal perawatan Suzuki Jimny agar tetap prima saat digunakan terbilang serderhana. Untuk perawatan pada Suzuki Jimny Era 1990-an seperti seri SJ410 dan SJ413 yang dikenal dengan nama Sierra dan model Katana serta Caribian besutan 1998, tidaklah rumit.

Salah satu penyebab mudahnya perawatan adalah karena teknologi dan mesin yang dimiliki sudah lebih modern. Artinya perawatan masih sama seperti halnya SUV pada umumnya yang memiliki penggerak 4×4.

masalah dan perawatan mobil suzuki jimny

Kalau mobil itu digunakan untuk harian saja dan bukan offroad, tidaklah memerlukan perawatan yang khusus. Untuk pergantian oli mesin dan tune up yang baik, bisa dilakukan setiap 15.000 kilometer. Untuk tune up yang dilakukan seperti servis karburator, setting mesin dan servis ringan lainnya. Untuk oli mesin bisa menggunakan tingkat kekentalan dengan SAE 20W50.

Sementara untuk pergantian oli gardan dan transmisi, dianjurkan dilakukan tiap 20.000 kilometer dengan SAE 90. Untuk transmisi manual dan gardan milik Jimny tahun 1990-an tidak pernah bermasalah, jadi Anda hanya cukup mengganti olinya saja.

Berbeda jika digunakan untuk adventure, bagian pengapian mobil juga harus diperhatikan. Sebab voltase yang sering tinggi bisa membuat platina mobil terbakar. Resis kuil juga tak luput, agar mobil tidak mogok dijalan resisten kuil harus benar-benar dimaksimalkan.

Jimny keluaran tahun 1982-1984 diproduksi dengan model rem tromol, rem model lawas ini pastinya tak sanggup memberikan cengkraman yang kuat bila diajak bermain lumpur dan air.

Jika tidak ingin menjadi pengalaman yang tidak mengenakan karena Jimny mogok, timming belt sangat penting mendapat perhatian rutin. Setiap jarak tempuh 60.000 kilometer timming belt sebaiknya diganti.

Nah, demikianlah pembahasan mengenai masalah yang kerap muncul pada Suzuki Jimny dan perawatan yang sederhana untuk mobil Suzuki Jimny juga tentunya. Semoga membantu 🙂 canada goose damen

, , , ,