Modifikasi Suzuki Jimny Samurai Tubular

21 Juni 2017 - Kategori Blog

camshaftracing.com – Sebagai pecinta offroad tentunya sudah tidak asing lagi dengan mobil Suzuki Jimny Samurai (kode SJ413) yang dibekali dengan sistem penggerak 4×4 ini bermesin 1300cc. Namun mobil ini tergolong langka di Indoensia, karena sebenarnya untuk pasar Amerika. SJ413 ini adalah seri penutup (terakhir) dari suzuki tipe SJ ini. Suzuki Samurai yang dijual di Amrika memiliki panjang kendaraan 3,430mm.

Kali ini camshaftracing.com akan memberikan sesuatu yang berbeda. Yaitu modifikasi Suzuki Jimny Samurai Tubular. Modifikasi ini datang dari Negeri Sakura, Jepang. Yang memang gudangnya produksi Suzuki Jimny dan kebanyakan pecinta Jimny berada di negara ini.

Naozumi Tsuda bersama dengan saudaranya Masanori Tsuda, membuka Racing Workshop. Dan workshop ini cukup terkenal diantara komunitas JimRock (Jimny Rock Crawling) di Negeri Sakura. Bukan hanya karena hasil  modifikasi yang dibikin kerap menjadi juara, namun juga karena mereka memiliki sekolah bagi pecinta offroad yang ingin menekuni dunia rock crawling. Terutama untuk penyuka kendaraan berbasis Suzuki Jimny.

rancangan kurofune

“Aku sengaja memberi nama tubular ini Kurofune (Kapan Hitam). Karena ini melambangkan perubahan di dunia rock crawling Jepang.” ungkap Naozomi Tsuda yang membuka pembicaraan mengenai tubular single seater yang dirancangnya.

Dalam sejarah Jepang ‘Kurofune’ merupakan nama kapal laut dari negara barat yang pertama kali masuk ke Jepang sekitar abad 15 hingg abad 19. Dan saat itulah yang membawa perubahan sejarah perdagangan Jepang dengan bangsa Barat.

Tsuda bersaudara ini juga aktif mengikuti kompetisi W.E Rock di Amerika Serikat. Jadi tidak heran lagi kalau rancang bangun buggy dan teknologi yang diterapkan sangat dipengaruhi dunia offroad Negeri Paman Sam. Salah satunya bisa terlihat dari kemunculan buggy seater ini. “Saya memang sengaja buat buggy yang semuanya berbasis Jimny. Supaya bobotnya ringan, maksimal 700kg,” ucap Naozumi.

Dengan memakai parts dari Jimny, maka buggy single seater yang dibuatnya pun dimensinya bisa menjadi lebih compact. Sesuai dengan cita-cita Tsuda Bersaudara untuk melahirkan kendaraan rock crawling dengan dimensi kecil namun punya kemampuan yang hebat.

Dalam proses pembuatan buddy single seater ini dimulai dengan mengumpulkan berbagai komponen Jimny Samurai. Mulai dari mesin, as roda, gardan dan sebagainya. “Aku banyak dibantu Nick dari Trail Gears (TG) Amerika untuk membuat beberapa parts kompetisi untuk Jimny. Terutama sekali adalah rancangan rear steer (stir belakang),” kata Naozomi.

rangka-rangka kurofune

Beberapa komponen Jimny Samurai seperti final gir, as roda Samurai dan sebagainya dibuat ulang dengan memakai bahan chromoly. Untuk selongsong gardan ini murni buatan Tsuda Racing Workshop. Posisi differential gear dimodifikasi jadi diatas. Tujuannya agar ground clearence jadi lebih tinggi. Modal yang sangat penting ketika bermanuver di trek batu. Rasio finsl gir dipatok 1:5.38 supaya tetap mendapatkan crawling rasio superlow ketika memakai ban ukuran 35 inch.

Rancangan buggy ini memang sangat unik, ringan karena hanya punya bobot total 700kg, crawling rationya low sekali. Suspensinya lentur dan punya kelebihan 4 wheel steering. Yang artinya ban depan dan ban belakang semua bisa dibelokkan sesuai keinginan driver. “Masanori terlalu banyak berlatih memakai four wheel steering. Karena buggy untuk kompetisi WE Rock di Amerika yang dibuat TG juga memakai four wheel steering,” imbuh pria yang juga gemar sekali memancing ikan ini.

aksi jimrock dengan kurofune

Sistem suspensi bagian depan masih memakai solid axle. Konstruksi depannya 3 link sedangkan belakangnya V armed 4 link. Semua link arm terbuat dari bahan chromoly. Untuk rancangan sasis dibuat Masanori dengan memakai pipa chromoly setebal 3 mm berdiameter 38 mm. “Bentuknya seringkas mungkin supaya dimensinya mirip Jimny,” ungkap Naozumi.

Pilihan mesinnya pun sangat khas sekali dengan Jepang. “Pulau di Jepang itu kecil, makanya jalanannya pun banyak yang sempit. Jangan kaget kalau populasi K-Car jadi banyak sekali. Negara Jepang memang butuh mobil kecil,” lanjut Naozomi.

Untuk buggy ini, mesin eks Suzuki Alto 660 cc turbocharge lengkap dengan transmisi matiknya pun jadi pilihan. Pertimbangannya bobot ringan, punya tenaga 80 hp, turbo bekerja di putaran mesin 1500 rpm. “Sentakan turbonya terasa halus. Apalagi dengan transmisi matik lonjakan tenaganya jadi halus sehingga buggy ini mudah dikendalikan. Diajak merayap tumpukan batu tetap oke,” pungkas Naozumi. Transmisi matik bawaan asli mesin ini dikombinasikan dengan transfercase custom yang punya perbandingan 1:4.19.

Keandalan Kurofune ini memang belum teruji diajang kompetisi. Namun ketika beberapa kali uji coba, hasilnya cukup memuaskan Tsuda Bersaudara.

Spesifikasi

Mesin : Suzuki Alto 660cc turbocharge with automatic transaxle

Transfercase : 1:4.19 custom

Housing Gardan : Tsuda Racing Custom

High ring pinion, As roda : Jimny Samurai Custom by TG

Locker : ARB (depan-belakang)

Steering : Four Wheel Steering full hidrolik custom by TG

Aki : Optima Yellow

Link arm : chromoly custom by TG

Sokbreaker : Fox 12″ air shockd

Jok : Sparco

  canada goose schweiz

, ,